News Banggae – Perang urat saraf antar remaja di Kabupaten Banggai akhirnya berakhir damai setelah Polsek Bualemo mengambil langkah cepat melalui proses mediasi. Ketegangan yang sempat memicu keresahan masyarakat tersebut muncul akibat saling ejek dan provokasi di media sosial yang kemudian merembet ke dunia nyata.

Kapolsek Bualemo bersama jajaran langsung memanggil para remaja yang terlibat serta menghadirkan orang tua, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Aparat kepolisian menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara kekeluargaan guna mencegah konflik berkembang menjadi tindak kekerasan.
Dalam proses mediasi, masing-masing pihak menyampaikan klarifikasi dan mengakui kesalahan. Petugas Polsek Bualemo mengarahkan dialog secara terbuka agar para remaja memahami dampak negatif dari perang urat saraf, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Setelah melalui diskusi panjang, kedua belah pihak sepakat berdamai dan saling memaafkan.
Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam pernyataan tertulis. Para remaja berjanji menghentikan segala bentuk provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Orang tua juga berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.
Kapolsek Bualemo menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pembinaan dan patroli dialogis untuk mencegah konflik serupa. Ia mengimbau generasi muda agar menyalurkan energi ke kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan organisasi kepemudaan.
Masyarakat setempat menyambut baik langkah cepat kepolisian dalam menyelesaikan perang urat saraf tersebut. Warga menilai pendekatan persuasif mampu menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memberi efek edukatif bagi para remaja.
Dengan berakhirnya perang urat saraf ini, situasi keamanan di wilayah Bualemo kembali kondusif. Kepolisian berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran agar remaja lebih bijak dalam bersikap dan berinteraksi, khususnya di era digital.









