News Banggae – Kwarcab Bangkep Kukuhkan Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan Kwartir Ranting (Kwarran) Bulagi Selatan sebagai langkah strategis memperkuat pembinaan Gerakan Pramuka. Kegiatan pengukuhan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus Kwartir Cabang Banggai Kepulauan, unsur pemerintah kecamatan, serta para pembina dan anggota Pramuka.

Ketua Kwarcab Bangkep menegaskan bahwa pengukuhan Mabiran dan Kwarran Bulagi Selatan menjadi fondasi penting dalam pengembangan kepramukaan di tingkat ranting. Ia menilai struktur organisasi yang kuat akan memudahkan pelaksanaan program pembinaan karakter generasi muda. Melalui pengukuhan ini, Kwarcab mendorong peningkatan peran Pramuka dalam membentuk sikap disiplin, mandiri, dan berjiwa sosial.
Baca Juga : Marvelino dan Ni Komang Terpilih sebagai Duta Genre Kabupaten Banggai 2025
Prosesi pengukuhan berlangsung tertib dengan pembacaan keputusan dan penandatanganan berita acara. Para pengurus Mabiran dan Kwarran Bulagi Selatan menerima amanah untuk menjalankan tugas pembinaan secara konsisten. Kwarcab Bangkep mengarahkan pengurus baru agar segera menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi wilayah setempat.
Kwarcab Bangkep Kukuhkan juga menekankan pentingnya sinergi antara Pramuka dan pemerintah kecamatan. Mabiran berperan sebagai pembimbing dan pengarah kebijakan, sementara Kwarran bertugas mengoordinasikan kegiatan kepramukaan di gugus depan. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kegiatan Pramuka di Bulagi Selatan.
Selain itu, Kwarcab Bangkep mendorong pembina Pramuka untuk aktif melakukan pembinaan berkelanjutan. Program latihan rutin, kegiatan sosial, dan penguatan karakter menjadi fokus utama. Kwarcab menilai Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berakhlak.
Melalui pengukuhan Mabiran dan Kwarran Bulagi Selatan, Kwarcab Bangkep menunjukkan komitmen kuat dalam memajukan Gerakan Pramuka. Langkah ini menjadi peneguhan baru dalam pembinaan kepramukaan yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada pembangunan karakter generasi penerus bangsa.









