News Banggae – Pengerjaan Drainase Masjid Agung di Kecamatan Banggae kembali menyita perhatian masyarakat setelah warga mempertanyakan mutu beton yang digunakan dalam proyek tersebut. Mereka menilai kualitas material tidak sesuai standar sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang daya tahan dan fungsi drainase dalam jangka panjang. Warga kemudian menyuarakan keluhan melalui berbagai kanal komunikasi dan meminta pemerintah menjawab secara terbuka.

Sejumlah warga menuturkan bahwa mereka melihat tekstur beton tampak rapuh dan mudah terkelupas. Mereka membandingkan dengan proyek-proyek sejenis yang berdiri kokoh dan memiliki struktur lebih solid. Kekhawatiran ini semakin meningkat ketika beberapa bagian terlihat retak meski proyek belum lama berlangsung. Warga merasa perlu menjaga kualitas lingkungan Masjid Agung karena kawasan tersebut menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat Banggae.
Baca Juga : Konsultan dan PPK Pengairan PUPR Banggai Jelaskan Standar Mutu Beton Pracetak Drainase Masjid Agung Luwuk
Berbagai tokoh masyarakat juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengerjaan proyek. Mereka meminta Pemerintah Banggae membuka data spesifikasi teknis, anggaran, serta laporan pengawasan lapangan. Permintaan ini muncul karena warga ingin memastikan bahwa pengerjaan drainase mengikuti standar konstruksi dan tidak merugikan masyarakat.
Di sisi lain, para pedagang sekitar Masjid Agung turut mengungkapkan keresahan. Mereka berharap drainase baru mampu mengatasi genangan yang sering muncul saat hujan deras. Jika kualitas beton buruk, mereka takut masalah lama kembali muncul dan menghambat aktivitas ekonomi di sekitar area masjid.
Pemerintah setempat menerima dorongan kuat untuk menanggapi polemik ini secara jelas. Masyarakat mengharapkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas proyek publik. Mereka juga menginginkan evaluasi menyeluruh agar masalah tidak berulang pada proyek lain di masa depan. Polemik Drainase Masjid Agung akhirnya membuka diskusi penting mengenai akuntabilitas dan tata kelola pembangunan di Banggae.









